Honda Team Asia Diam Seribu Bahasa, Masa Depan Veda Ega Pratama di Moto3 Jadi Misteri

Honda Team Asia Diam Seribu Bahasa, Masa Depan Veda Ega Pratama di Moto3 Jadi Misteri
Honda Team Asia Diam Seribu Bahasa, Masa Depan Veda Ega Pratama di Moto3 Jadi Misteri

LIGA335 – Masa depan pembalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama, di ajang Moto3 2026 masih belum menemui kejelasan. Hingga Senin (13/10/2025), belum ada sinyal resmi dari pihak Astra Honda Racing Team (AHRT) maupun Honda Team Asia terkait langkah selanjutnya untuk sang bintang muda tersebut.

Veda Ega Pratama baru saja menorehkan prestasi luar biasa sebagai runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 — pencapaian tertinggi yang pernah diraih oleh pembalap asal Indonesia di ajang bergengsi tersebut. Prestasi ini secara otomatis memberinya “golden ticket” untuk naik ke kelas Moto3, arena yang menjadi batu loncatan menuju MotoGP.

Peluang Besar, Tapi Nasib Masih Menggantung

Meski baru akan berusia 17 tahun ketika musim 2026 dimulai, Veda berhak turun di Moto3 berkat prestasi luar biasanya di Rookies Cup. Namun sayangnya, hingga kini belum ada kepastian apakah ia akan benar-benar membalap di Moto3 atau kembali berjuang di FIM Junior GP dan Rookies Cup musim depan.

Sebagai pembalap binaan Astra Honda Racing Team, Veda seharusnya menempuh jalur pembinaan alami — yaitu naik ke Honda Team Asia, seperti para seniornya dari Indonesia sebelumnya. Namun, jalur tersebut tampak belum terbuka lebar.

Beberapa pembalap Indonesia yang lebih dulu tampil bersama Honda Team Asia di Moto3 memang belum mencatat hasil yang signifikan. Hal ini membuat banyak pihak bertanya-tanya, apakah Honda benar-benar akan “menggendong” Veda Pratama ke Moto3, atau justru menahannya setahun lagi di level junior.

Kabar dari Jurnalis Italia dan Rumor dengan KTM

Harapan sempat muncul ketika Rosario Triolo, jurnalis Sky Sports Italia, melaporkan bahwa negosiasi antara Veda Pratama dan Honda Team Asia sudah mencapai tahap akhir. Ia bahkan menyebut bahwa Veda hampir pasti akan tampil di Moto3 bersama Honda Team Asia untuk musim 2026.

Namun, rumor lain juga sempat berhembus. Tim besar KTM disebut tertarik untuk merekrut Veda setelah melihat performanya di Eropa. Informasi ini diperkuat oleh komentar Taufik Hidayat alias Wak Taufik, komentator MotoGP di Trans7, yang mengonfirmasi bahwa KTM memang sempat mengajukan tawaran resmi kepada manajemen Astra Honda.

Sayangnya, tawaran itu ditolak oleh pihak Honda, yang ingin mempertahankan jalur pembinaan internal mereka sendiri melalui Honda Team Asia.

Honda Team Asia Masih Bungkam

Sejauh ini, Honda Team Asia belum mengumumkan siapa pembalap mereka untuk musim 2026. Padahal, delapan tim Moto3 lain sudah merilis daftar pembalapnya secara resmi di situs motogp.com.

Untuk musim 2025, Honda Team Asia menurunkan dua pembalap: Taiyo Furusato (Jepang) dan Tatchakorn Buasri (Thailand). Namun, di pertengahan musim, Buasri digantikan oleh Fadillah Arbi Aditama, pembalap muda Indonesia lainnya yang juga tampil impresif di Eropa.

Kondisi ini membuat situasi semakin menarik: akankah Honda Team Asia kembali mempercayakan satu kursi Moto3 kepada pembalap Indonesia — kali ini kepada Veda Pratama?

Sementara Rival Sudah Aman di Moto3 2026

Yang membuat situasi semakin ironis, beberapa rival Veda di Rookies Cup justru sudah mengantongi kontrak Moto3 untuk musim depan.

  • Brian Uriarte, sang juara Rookies Cup 2025, resmi bergabung dengan Red Bull KTM Ajo.
  • Marco Morelli dari Argentina (peringkat 5) akan membalap bersama Aspar Team.
  • Bahkan Rico Salmela, yang finis di bawah Veda, juga sudah dikontrak Red Bull KTM Tech3.

Sementara itu, Veda masih menunggu kepastian dari Honda, padahal musim Moto3 2026 akan dimulai pada akhir Februari. Artinya, waktu persiapan hanya tersisa sekitar tiga bulan — atau bahkan lebih singkat jika keputusan terus tertunda.

Kini, saat pembalap muda lain sudah memulai latihan di sirkuit-sirkuit top Eropa, Veda Ega Pratama justru terlihat berlatih di Sirkuit Parang, Magetan, demi menjaga kebugaran dan konsistensinya.

Sebuah ironi bagi talenta emas Indonesia yang seharusnya sudah mendapat tempat di panggung dunia.

Sumber: prediksimaut.my.id

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *