Kereta Cepat Whoosh: Menghubungkan Wilayah, Menekan Biaya Logistik, dan Dorong Ekonomi

Kereta Cepat Whoosh: Menghubungkan Wilayah, Menekan Biaya Logistik, dan Dorong Ekonomi
Kereta Cepat Whoosh: Menghubungkan Wilayah, Menekan Biaya Logistik, dan Dorong Ekonomi

LIGA335 – Proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung kembali menjadi sorotan publik. Hasanuddin, Koordinator SIAGA 98, menegaskan pentingnya menilai proyek ini secara objektif dan konstruktif, tanpa terjebak wacana politis yang kontraproduktif.

Menurut Hasanuddin, pembangunan infrastruktur transportasi strategis ini merupakan langkah nyata dalam modernisasi mobilitas nasional. Proyek Kereta Cepat Whoosh bertujuan untuk mempercepat konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan regional.

“Kereta Cepat Whoosh tetap merupakan pencapaian besar yang dapat menjadi tonggak kemajuan teknologi dan transportasi nasional,” ujar Hasanuddin.

Pentingnya Memisahkan Nilai Strategis dan Kelemahan Perencanaan

Hasanuddin menekankan bahwa nilai strategis proyek tidak boleh dicampur aduk dengan potensi kelemahan perencanaan dan pembiayaan. Apabila terdapat indikasi pembengkakan biaya atau perencanaan keuangan yang kurang profesional, hal ini harus ditangani melalui evaluasi akuntabel dan audit investigatif independen.

Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas publik, Hasanuddin menyarankan agar KPK atau Kejaksaan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap aspek perencanaan dan pembiayaan proyek.

Sementara itu, pengelolaan hutang dan finansial dapat ditangani oleh pihak pengelola, BP BUMN, dan Danantara, yang memiliki kapasitas serta mandat untuk menata kembali struktur keuangan proyek strategis negara.

“Kritik terhadap tata kelola keuangan tidak boleh mengaburkan nilai strategis proyek ini. Dengan pengelolaan profesional dan transparan, Kereta Cepat Whoosh dapat menjadi simbol kemajuan dan pembelajaran bagi tata kelola pembangunan nasional yang lebih baik,” tambahnya.

Sikap Proporsional dan Konstruktif Diperlukan

Hasanuddin menegaskan bahwa sikap proporsional dan konstruktif sangat dibutuhkan agar proyek ini tidak terjebak dalam politisasi. Dengan demikian, Kereta Cepat Whoosh bukan hanya menjadi proyek infrastruktur besar, tetapi juga simbol kemajuan teknologi dan tata kelola pembangunan nasional yang lebih transparan dan profesional.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *